SDN Sunter Agung 05 Pagi yang awalnya bernama
SDN Sunter Agung 13, berdiri pada tahun
1983 diatas lahan seluas 1.879 M2 dengan bangunan 1.715 M2 .
berada Wilayah kelurahan Sunter
Agung Kecamatan Tanjung Priok Kota Administrasi Jakarta Utara Provinsi DKI
Jakarta. Pada tahun 2015 sesuai instruksi Pemerintah Dinas pendidikan Provinsi
DKI Jakarta diregrouping dengan SDN Sunter
Agung 06 petang menjadi SDN Sunter Agung
05.
Saat ini SDN Sunter Agung 05 dipimpin oleh Ibu Sita Lumbanraja, S.Pd sebagai Kepala
Sekolah dengan jumlah Guru PNS 14 orang, Guru
KKI 7 orang, tenaga kependidikan 4 orang dan jumlah siswa 476 orang
Visi”
Terwujudnya Warga Sekolah yang beriman, bertaqwa, Berprestasi,
Berbudaya, Berkarakter Bangsa dan Peduli Lingkungan”
dan Misi
1.
Mewujudkan kompetensi
peserta didik agar
menjadi manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha
Esa.
2.
Mewujudkan
prestasi siswa yang tinggi.
3.
Melaksanakan pembelajaran yang beroriantasi pada pengembangan
akhlak mulia, dan kecerdasan akademik
4.
Mewujudakan
Pendidikan Budaya dan Karakter Bangsa.
5.
Memiliki
keunggulan dalam peningkatan kompetensi guru, pengembangan ilmu dan teknologi,
bahasa inggris, dan kemampuan mengekspresikan keindahan dan harmoni.
6.
Mewujudkan
lingkungan sekolah yang sehat, bersih, rindang dan asri sebagai upaya dalam
pelestarian dan pengelolaan lingkungan hidup.
7.
Mewujudkan
lingkungan sekolah yang bebas dari sampah plastik sebagai upaya perlindungan
terhadap pencemaran lingkungan
Pada tahun 2017 SDN Sunter Agung 05 ditunjuk
oleh LPMP DKI Jakarta sebagai Sekolah Model untuk melaksanakan Sistem
Penjaminan Mutu Internal (SPMI) dalam rangka memenuhi 8 Standar Nasional
Pendidikan (SNP), untuk meningkatkan penjaminan mutu pendidikan di sekolah dan
mengimbaskan ke sekolah lain, sesuai PP 19 Tahun 2015 Tentang Standar Nasional
Pendidikan dan Permendikbud No.28 Tahun 2016 Tentang Sistem Penjaminan Mutu
Pendidikan (SPMP).
Pelaksanaan SPMI, di SDN Sunter Agung 05 dilakukan 6 siklus yang terdiri dari enam
tahap, yaitu (1) Rapat kerja TPMPS, (2) perencanaan pemenuhan mutu, (3)
pelaksanaan pemenuhan mutu, (4) penyusunan strategi pemenuhan mutu yang baru.
(5) Diseminasi Pelaksanaan SPMI di sekolah Model dan
(6) Penyusunan Laporan Hasil Pelaksanaan Seluruh Tahapan SPMI.
Pemetaan mutu dilakukan oleh SDN Sunter Agung
05 melalui Evaluasi Diri Sekolah (EDS).
Instrumen EDS bisa menggunakan instrumen yang telah dibuat oleh pemerintah atau
membuat sendiri. Perencanaan pemenuhan mutu merujuk kepada hasil pemetaan mutu.
Disusun berdasarkan skala prioritas, mana indikator atau subindikator mutu pada
pada standar yang paling lemah, lalu dimasukkan ke dalam Rencana Kerja Sekolah
(RKS) dan Rencana Kerja Anggaran Sekolah (RKAS).
Sejak melaksanakan program Sekolah Model SPMI
selama tiga tahun, SDN Sunter Agung 05 mendapat banyak perubahan dalam
peningkatan pemenuhan mutu. Diantaranya Nilai Akreditasi sekolah yang sebelumnya
mendapatkan nilai B menjadi A pada tahun
2017, begitu juga nilai raport mutu sekolah yang sebelumnya dibawah Standar
Nasional Pendidikan akhirnya meningkat.
Perjalanan penerapan SPMI 2017 di SDN Sunter
Agung dimulai dengan membuat program pemenuhan mutu literasi pojok baca dan dongeng
untuk meningkatkan minat baca siswa.
Pada tahun 2018 SDN Sunter Agung 05 menerapkan kegiatan SPMI
dengan melaksanakan kegiatan pemenuhan mutu dengan workshop pembuatan soal HOTS
untuk meningkat kompetensi guru dalam membuat soal penilaian evaluasi siswa dan
literasi Pojok Baca di setiap ruang kelas.
Tahun 2019 SDN Sunter Agung 05 melaksanakan
kegiatan Penyusunan pedoman pemenuhan
mutu SPMI sebagai panduan pelaksanaan penguatan SPMI secara mandiri di tahun
berikutnya yang mana di harapkan Pada tahun 2020 SDN Sunter Agung 05
Melaksanakan pemenuhan mutu secara mandiri dengan merencanakan program Pelatihan
ICT (Information Computer Techonology) berbagai sumber metode pembelajaran
berbasis Teknologi Informasi untuk meningkat kompetensi waraga sekolah (guru
dan siswa) dalam memenuhi 8 Standar Nasional
Pendidikan
Diseminasi pelaksanaan pemenuhan mutu atau
disebut juga dengan monitoring dan evaluasi (monev) dilaksanakan untuk
memastikan bahwa pelaksanaan pemenuhan mutu sesuai dengan rencana yang telah
dibuat. Monitoring dilaksanakan bersamaan dengan proses pelaksanaan pemenuhan
mutu. Hasilnya lalu dievaluasi di akhir kegiatan untuk dijadikan dasar
pengambilan keputusan atau penyusunan program tindak lanjut pascamonev. Adapun
strategi pemenuhan mutu yang baru dilakukan jika kegiatan pemenuhan mutu yang
lama telah selesai dilaksanakan.
Selama tiga tahun SDN Sunter Agung 05 melaksanakan
program penjaminan mutu SPMI , banyak sekali perubahan dan peningkatan yang
dialami diantaranya :
Ø Kelulusan siswa mencapai 100 %
Ø Nilai Ujian Nasional Meningkat tahun 2017, 2018 dan 2019
Ø Juara 1 lomba Muadzin Tingkat Provinsi tahun 2017
Ø Meraih Penghargaan Adiwiyata Tingkat Kecamatan
tahun 2017
Ø Meraih Penghargaan Adiwiyata Tingkat Kota
tahun 2017
Ø Meraih Penghargaan Adiwiyata Tingkat Provinsi
tahun 2018
Ø Juara 2 menulis cerpen tingkat kotamadya
tahun 2019
Ø Juara 1 Penggalang Pramuka Tingkat kotamadya
Tahun 2019
Selain
prestasi Akademik dan non akademik SDN
Sunter Agung 05 menerapkan pendidikan berkarakter, contohnya pembiasaan siswa
untuk membuang sampah pada tempatnya
sesuai dengan jenis sampah, membawa tempat makan dan minum sehingga mengurangi
sampah plastik di lingkungan sekolah, selain itu setiap hari Jum’at melaksanakan
pembiasaan sholat dhuha berjamaah
Dalam konteks pendidikan karakter, ada nilai-nilai yang ditanamkan dari
pelaksanaan SPMI yang menjadi kesepakatan bersama atau komitmen SDN sunter agung 05 , antara lain : (1)
Meningkatkan budaya mutu pendidikan baik manajemen maupun akademik non
akademik, (2) meningkatkan mutu kinerja Guru yang professional , (3) Meningkatkan mutu pembelajar sesuai
dengan standar Nasional (SNP) , (4) Meningkatkan mutu Prestasi belajar siswa ,
(5) meningkatkan pelayanan pendidikan sesuai dengan harapan masyarakat , (6)
meningkatkan budaya lingkungan sekolah yang sehat dan bersih sebagai upaya
pelestarian dan pengelolaan lingkungan hidup.
Berdasarkan kepada uraian di atas, dapat diambil sebuah benang merah
bahwa SPMI bukan hanya sekedar proses peningkatan mutu, tetapi sarat akan makna
yang dapat diambil oleh semua warga sekolah, khususnya dalam literasi dan
pendidikan karakter. Literasi dan pendidikan karakter adalah dua hal yang
universal dan independen, bisa dikaitkan dengan berbagai hal, termasuk dalam
pelaksanaan SPMI.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar